Fenomena Unik di Selat Gibraltar
Tahukah teman-teman semua dengan Selat Gibraltar? Selat yang dikenal karena keunikannya. Beberapa wisatawan yang melewati selat tersebut merekam kejadian unik saat melintasinya dengan kapal. Ya, air di selat tersebut seperti terpisah menjadi dua bagian. Yang satu biru layaknya air laut, yang satu lagi kecoklatan layaknya air danau. Fenomena uniknya ini ternyata sudah ada sejak lama lho. Teman-teman penasaran tidak? Yo simak penjelasan terkait Selat Gibraltar!
Selat Gibraltar. Dalam Bahasa Spanyol disebut Estrcho de Gibraltar. Sedangkan dalam Bahasa Inggris disebut Strait of Gibraltar. Secara geografis, Selat Gibraltar berada di Negara Gibraltar, Eropa Barat. Selat Gibraltar dibatasi oleh negara Spanyol dan Gibraltar di bagian utara serta Maroko dan Ceuta di bagian selatan. Selat Gibraltar menghubungkan dua perairan, yaitu Samudra Atlantik dan Laut Tengah atau Laut Mediterania. Kedalaman rata-rata di Selat Gibraltar adalah 365 m. Sedangkan luasnya sekitar 6,8 km².
Selat Gibraltar cukup terkenal di dunia. Selain karena posisinya yang strategis, juga karena kondisi laut di selat tersebut. Secara tampak mata, air di Selat Gibraltar seperti terbelah antara air laut asin dengan air tawar, warna kedua air tersebut juga sangat berbeda. Seperti ada dinding kokoh yang memisahkan kedua air tersebut. Fenomena ini disebut dengan halocline.
Puluhan Ahli Oseanografi, Ahli Fisika sudah pernah meneliti fenomena yang terjadi di Selat Gibraltar ini. Beberapa hasil penelitian mereka menyatakan bahwa Selat Gibraltar menghubungkan Samudra Atlantik dan Laut Tengah atau Laut Mediterania. Terdapat perbedaan karakter antara Samudra Atlantik dengan Laut Tengah atau Laut Mediterania. Laut Tengah mempunyai suhu 11,5° C, salinitas (tingkat kandungan garam air) > 36,5 /mililiter, dan kepadatan yang tinggi. Sedangkan Samudra Atlantik memiliki suhu 10° C, salinitas < 36 /mil, dengan kepadatan lebih rendah dari Laut Tengah.
Menurut sifatnya, air akan bergerak dari kerapatan tinggi ke daerah dengan kerapatan air yang lebih rendah. Maka jika kita lihat, air di Selat Gibraltar berbentuk mendatar atau horizontal. Karena perbedaan kerapatan dan salinitas tidak terlalu jauh. Maka dari itu, air di Selat Gibraltar terlihat saling berdampingan.
Karena perbedaan karakteristik ini, tegangan permukaan sekitar mencegah dua lautan untuk saling bercampur, seolah-olah terdapat dinding kokoh yang memisahkan keduanya. Dan garis batasnya pun dapat terlihat jelas. Akan terlihat dengan jelas mana air yang berasal dari Samudra Atlantik, dan mana air yang berasal dari Laut Tengah. Air laut dari Samudera Atlantik berwarna biru lebih cerah. Sedangkan air laut dari Laut Tengah cenderung berwarna lebih cokelat gelap. Di dalam Samudra Atlantik dan Laut Tengah juga memiliki biota laut yang berbeda. Struktur air Samudra Atlantik cenderung asin seperti air laut, dan air Laut Tengah cenderung tawar.
Di sisi lain, Ahli Tafsir Islam berpendapat kalau fenomena Selat Gibraltar ini adalah salah satu pembuktian firman-firman Allah SWT dalam Al-Qur'an. Ada beberapa surat dalam Al-Quran yang mengisahkan tentang fenomena ini, seperti Surat Ar-Rahman ayat 19-20 yang berbunyi: “Dia membiarkan dua lautan mengalir yang keduanya kemudian bertemu. Antara keduanya ada batas yang tidak dilampaui masing-masing.” Adapula ayat lain yang menyebutkan fenomena serupa, yakni Surat Al-Furqan ayat 53 yang berbunyi: “Dan Dialah yang membiarkan dua laut yang mengalir (berdampingan); yang ini tawar lagi segar dan yang lain asin lagi pahit; dan Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang menghalangi.”
Fenomena yang terjadi di Selat Gibraltar memang sudah terbentuk dan terjadi ratusan juta tahun silam. Sampai saat ini, masih ada Ilmuwan-ilmuwan yang meneliti lebih jelas terkait fenomena halocline di Selat Gibraltar ini. Fenomena halocline di Selat Gibraltar ini menyita perhatian publik karena keunikan dan keistimewaan airnya.

Woww menarik bngt pembahasanya!
BalasHapusTerima kasih 🤗
Hapus